Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 9
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 18 


Sulawesi Selatan

Memulai Karier Reporter TV di Kelas

PEMIRSA,
Sekarang saya berada di tengah-tengah pengungsi Gunung Merapi. Gunung Merapi terus saja mengeluarkan debu dan awan panas. Hingga saat ini ribuan penduduk desa yang tinggal di lereng gunung ini melarikan diri ketika debu dan udara panas melanda mereka, namun sebagian terlambat mengungsi. Sejumlah korban ditemukan. Kondisi mereka sangat memprihatinkan. Mayoritas korban terbakar dan beberapa kehilangan organ tubuhnya. Beberapa saat yang lalu tim penyelamat mengatakan bahwa mereka menemukan sedikitnya 12 mayat yang terbakar hangus. Sekian, Srikarna TV One melaporkan. Demikian sepotong laporan singkat yang disampaikan Srikarna, siswa SMPN 2 Baranti Sidrap. Ia mewakili kelompoknya menjadi "reporter TV One" dan melaporkan situasi terbaru pasca letusan Gunung Merapi.

SUASANA kelas ramai dipenuhi kru media elektronik dari stasiun TV One, RCTI, dan Metro TV. Semuanya bekerja dengan saksama mempersiapkan laporan mengenai situasi terbaru pasca meletusnya Gunung Merapi di Jawa Tengah. Reportase mereka didasarkan pada foto-foto letusan Gunung Merapi. Enam kelompok tim reportase siswa kelas IX E dengan cekatan menemukan pokok-pokok peristiwa yang ada dalam foto-foto di Lembar Kerja Siswa. Keenam kelompok itu masing-masing mengklaim dirinya sebagai kru media dari stasiun TV tertentu. Pembelajaran dengan KD 2.2 Melaporkan secara lisan berbagai peristiwa dengan menggunakan kalimat yang jelas dikembangkan Hasmin B. Harun melalui metode Reportase.

Mengelola secara efektif waktu 2x40 menit, Hasmin mengawali pembelajarannya dengan apersepsi selama 10 menit. Dirinya memusatkan perhatian siswa dengan mengajak mereka mendengarkan lagu tentang bencana alam, Berita Kepada Kawan oleh Ebit G. Ade. Mengapa lagu ini perlu kita hubungkan dengan kondisi lingkungan kita di Indonesia saat ini? Perlukah kita mengoreksi diri dengan bencana alam yang menimpa bangsa ini? Demikian ia bertanya untuk menguatkan perhatian siswa. Ia lalu meminta mereka menonton video letusan Merapi selama lima menit. Dirinya kemudian mengunduh video itu untuk dijadikan bahan apersepsi yang bisa menginspirasi siswa. Ia juga mengunduh foto-foto letusan Merapi, banjir dan longsor di Wasior, serta foto-foto sunami di Mentawai dari internet untuk dikreasi sebagai bahan LK.

Rangkaian kegiatan inti yang dilakukan meliputi:

  1. selama 25 menit Hasmin memfasilitasi siswa bekerja kelompok mendeskripsikan pokok-pokok peristiwa yang disampaikan foto-foto letusan Merapi. Mengarahkan siswa membuat deskripsi laporan bencana letusan Gunung Merapi yang mencakup 5W dan 1 H.

  2. Memandu siswa menjadi seorang reporter TV yang melakukan reportase langsung dari daerah Merapi. Namun sebelum siswa menyampaikan laporan, ia kembali meminta siswa sejenak mengikuti cuplikan film reportase seorang wartawan TV One melaporkan peristiwa meletusnya Gunung Merapi. Tujuannya adalah agar siswa termotivasi untuk menjjiwai karakter seorang reporter.

  3. Memfasilitasi siswa untuk saling menilai hasil karya kelompok. Dirinya meminta siswa untuk saling menilai kelompok mana yang membuat deskripsi peristiwa yang paling rinci, dan kelompok mana yang melaporkan dengan bahasa yang lancar dan lugas.

  4. Memberikan apresiasi kepada siswa yang tampil sebagai reporter terbaik dengan meminta sekali lagi tampil sebagai reporter TV di depan kelas.

Selama 35 menit, secara bergantian tiap kelompok melaporkan berbagai peristiwa, dan mereka bersaing dalam mengeksplorasi kemampuannya bertutur di depan kelas. Suasana kelas menjelma layaknya dapur redaksi stasiun TV. Tak pelak lagi, banyak siswa datang berkerumun sebagai penonton. Termasuk kepala sekolah Ahmad Dani yang setia mengikuti sesi reportasi hingga selesai. "Saya puas melihat pembelajaran ini, dan saya berharap kalian betul-betul menjadi reporter yang baik, memulai karirnya di sini," pesannya di depan kelas. Berbeda dengan pak kepala sekolah, Hasmin merasa terharu melihat siswa-siswa kelas IX ini. "Ternyata ketertinggalan performance belajar siswa di kelas tertentu dari kelas lainnya bukan karena kebodohan siswa, tapi karena keterbatasan guru mereka," tuturnya.

Reporter TV swasta sedang mewawancarai narasumber di tempat kejadian. Mereka bertanya tentang keadaan dan situasi di lokasi bencana (Gbr. kiri dan tengah). Seorang siswa yang menjadi reporter sedang memberika laporan pandangan mata kepada pemirsa televisi (Gbr. Kanan).


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 09/Februari 2011