Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Warta DBE3 Jatim 14
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Serba-Serbi

Halaman 8 


Melatih Keberanian Siswa melalui Permainan Talking Futsal

Oleh: Agus Yulianto, Distrik Fasilitator DBE3 Kota Surabaya

Intelligence is not to make no mistake but quickly to see how to make them good” artinya kurang lebih begini; kecerdasan bukan berasal dari tidak berbuat kesalahan tetapi dengan cepat tahu bagaimana merubah kesalahan tersebut menjadi sesuatu yang baik. Begitulah ungkapan dari luar yang terkenal sehingga memotivasi orang untuk terus maju dan mencoba hal hal baru serta tidak takut untuk  melakukan kesalahan.

Seperti halnya dengan pembelajaran Bahasa Inggris di MTs Negeri 3 Kota Surabaya, siswa diajarkan untuk tidak takut melakukan kesalahan dalam praktik “speaking” nya melalui permainan “talking futsal”. Dalam permainan ini siswa mendapatkan banyak manfaat, selain melatih keberanian untuk tampil di depan publik, permainan ini juga melatih kerjasama antar siswa sehingga kecakapan sosial dapat tercapai.

“ Perasaan saya grogi sekali tapi saya sangat senang sekali soalnya bisa membuat kalimat simple present tense”. Begitulah ungkapan perasaan Uswatul Hasanah, siswa kelas 8A setelah selesai mengikuti pembelajaran.  Melalui Permainan talking futsal ini, siswa dikenalkan kosakata sederhana tanpa mereka sadar bahwa mereka mampu menggunakan kata kata tersebut untuk membuat kalimat simple present tense sederhana dalam Bahasa inggris.

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah 6 orang per kelompok. Setiap siswa dalam kelompok mempunyai tugas masing masing layaknya sebuah tim futsal yang terdiri dari goal keeper, defender ataupun striker. Peraturannya hampir sama dengan olah raga futsal yang sebenarnya, yaitu, ada 2 tim yang bertanding dan saling berhadap-hadapan.  Bedanya adalah yang dioper bukan bola melainkan kalimat. Setiap pemain harus mampu membuat kalimat simple present tense dengan benar.

Jika melakukan kesalahan maka pemain tersebut mendapatkan kartu kuning, dan “bola” dialihkan ke tim yang lain, begitu dan seterusnya. Jika ada siswa yang sudah berhasil mencetak gol (bola sudah sampai ke pemain ke 6) maka tim tersebut dianggap sebagai pemenang.

Permainan ini membutuhkan konsentrasi bagi semua pemain karena selain sebagai pemain, mereka harus memperhatikan kalimat yang diucapkan tim lawan dan mencatat serta melakukan koreksi sehingga “bola” dapat berpindah ke tim mereka. Kegiatan belajar mengajar menggunakan permainan ini, paling tidak bisa melatih siswa untuk berani melakukan kesalahan dan berusaha memperbaiki kesalahan yang mereka buat demi kemenangan tim-nya masing masing. Selamat mencoba. **

Keterangan Gambar
Gambar 1: Siswa sedang mendapat giliran untuk merangkai kalimat simple present tense.
Gambar 2: Hasil karya siswa setelah pembelajaran


Warta DBE3 Jatim diterbitkan DBE3 Provinsi Jawa Timur dengan dukungan dana USAID untuk mendokumentasikan dan menyebarkan inovasi serta praktik-praktik terbaik yang terkait dengan pendidikan dasar.

Redaksi menerima kontribusi berupa tulisan dan foto kegiatan. Kontribusi tulisan dan foto (maksimal 1 MB) dikirimkan melalui email: nprabowo@savechildren.org



Untuk info lebih lanjut mengenai DBE3, kunjungi:

www.inovasipendidikan.net
www.dbe-usaid.org